Pengaruh Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Din
Teknologi saat ini semakin berkembang pesat sehingga memberikan dampak positif dan negatif bagi manusia. Teknologi ini memberikan kemudahan manusia dalam memperoleh berbagai macam informasi dan ilmu pengetahuan lainnya. Semua yang ada di dunia bisa dengan mudah kita akses hanya dengan perangkat yang bernama gadget yang disertai koneksi internet. Gadget sangat memberikan perubahan yang besar bagi kehidupan. Dahulu, saat kita ingin menyampaikan pesan kepada orang lain harus melalui surat atau dengan mengunjungi orang tersebut secara langsung. Namun, saat ini kita hanya perlu menggerakkan jari jemari kita untuk mengirimkan pesan melalui dunia maya. Gadget selalu berkembang dan semakin canggih. Penggunaan gadget yang mudah menyebabkan hampir semua tingkatan usia manusia bisa menggunakannya, mulai dari anak-anak usia dini sampai orang dewasa. Memang benar, gadget mempunyai banyak dampak positif. Namun, itu hanya akan terjadi jika digunakan dengan baik dan bijak. Sebagian besar orang tua saat ini menggunakan gadget untuk menghibur anaknya, misalnya saat anaknya menangis. Hal ini jika dilakukan secara berkelanjutan akan mempengaruhi tumbuh kembang anak tersebut.
Gadget memiliki fitur yang beragam di dalamnya, salah satunya yaitu permainan atau games. Kebanyakan anak merasa bahwa permainan yang ada di gadget lebih menyenangkan dibandingkan dengan bermain dengan teman sebayanya. Bisa kita lihat bahwa sekarang ini permainan-permainan tradisional sudah hampir tidak dijumpai lagi dikarenakan anak-anak sibuk dengan gadget masing-masing. Pada dasarnya orang tua juga ikut bertanggungjawab dalam hal ini karena baik sengaja ataupun tidak anak mengetahui gadget itu sebagian besar dari orang tuanya dan orang disekelilingnya. Terlebih lagi banyak orang tua yang dengan sengaja memberikan anaknya gadget agar anaknya tidak mengganggu pekerjaan orang tuanya di rumah. Anak usia dini sebaiknya tidak dikenalkan terlebih dahulu dengan gadget walaupun gadget bisa menjadikan anak melek teknologi.
Penggunaan gadget pada anak usia dini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya seperti gadget bisa membantu anak dalam menyelesaikan tugas sekolahnya, anak tersebut tidak ketinggalan zaman, serta menambah kreativitas anak melalui berbagai aplikasi di gadget (Midayana dkk., 2019). Selain memiliki dampak positif, gadget juga memiliki banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari gadget apabila disalahgunakan. Dampak negatifnya mulai dari memudarnya karakter sosial, kecanduan gadget menyebabkan anak kurang berinteraksi antar sesama anak seusianya. Kurangnya interaksi pada anak akan menyebabkan dirinya menjadi seorang yang individual serta sulit beradaptasi ketika berada di lingkungan sosial. Selain dari sisi karakter, anak yang kecanduan gadget lama-kelamaan akan mengurangi bahkan merusak fungsi mata. Bisa kita lihat di lingkungan sekitar kita, sebagian anak kecil telah menggunakan kacamata. Hal tersebut dikarenakan banyaknya sinar radiasi yang masuk ke dalam matanya. Radiasi ini bisa merusak mata sehingga anak akan rabun pada usia dini.
Dampak negatif lainnya, yaitu mengganggu pertumbuhan otak anak, adanya keterlambatan kognitif, tumbuh kembang anak yang lambat, kurang tidur, dan sebagainya. Anak yang sering bermain gadget, waktu tidurnya bisa berkurang karena memainkan gadget. Anak yang kurang tidur akan berdampak tidak baik pada kemampuan akademik di sekolahnya. Hal tersebut karena otak memerlukan istirahat yang cukup agar bisa bekerja dengan baik. Akademi Dokter Anak Kanada menegaskan bahwa anak yang berusia 0-2 tahun tidak boleh menggunakan teknologi, anak yang berusia 3-5 tahun penggunaan teknologinya dibatasi, yaitu hanya selama satu jam perhari, dan anak dengan usia 6-18 tahun dibatasi untuk penggunaaan gadget selama 2 jam perhari (Rahayu dkk., 2021).
Kecanduan gadget pada anak dapat dilihat dari banyaknya anak menghabiskan waktu untuk bermain dengan gadget, mengabaikan aktivitas lainnya, serta anak mengabaikan teguran dari orang-orang sekelilingnya. Kecanduan pada anak usia dini sulit dihindari jika orang tua anak tersebut tidak bisa mengontrol anaknya dalam menggunakan gadget (Rahayu dkk., 2021).
Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh yang berbeda-beda terhadap anaknya. Pola asuh dari orang tua inilah yang membentuk anak itu akan menjadi seperti apa kedepannya. Orang tua merupakan orang yang terdekat dengan anaknya. Anak usia dini sangat mudah mencontoh hal-hal yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Jika anak tersebut sering melihat orang tuanya memainkan gadget, maka bukan tidak mungkin anak akan mengikutinya. Fitur-fitur yang terdapat di gadget menambah rasa keingintahuan anak. Namun, tidak semua yang terdapat di gadget itu hal positif. Banyak tontonan dan permainan lainnya yang sepatutnya tidak dilihat oleh anak tersebut. Misalnya, adanya video orang dewasa yang apabila tanpa sengaja video itu dilihat oleh anak usia dini maka itu berdampak tidak baik. Contoh lain, yaitu adanya video atau permainan yang mengandung unsur kekerasan di dalamnya. Video tersebut jika ditonton oleh anak, maka bukan tidak mungkin anak itu akan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata dengan melakukan hal tersebut kepada temannya. Pada dasarnya anak usia dini belum mengetahui mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Oleh karena itu, dia cenderung menirukan apa saja yang terjadi di sekitarnya.
Upaya yang bisa dilakukan agar anak tidak kecanduan gadget, yaitu dengan memberi batasan-batasan waktu penggunaan gadget dalam sehari, tidak mengenalkan gadget pada usia anak yang masih sangat dini, serta mengontrol anak ketika menggunakan gadget. Mulai dari apa saja yang anak lihat, tonton, dan apa saja yang dimainkannya. Selain itu, perlu adanya penguatan karakter pada anak sebagai langkah untuk mengantisipasi terhadap dampak kemajuan teknologi yang bisa berdampak tidak baik pada karakter anak (Hidayat, 2020).
Teknologi yang semakin berkembang ini memberikan dampak positif bagi manusia dalam kemudahan untuk mendapatkan informasi. Semuanya bisa diakses dengan mudah dengan gadget. Gadget ini digunakan oleh berbagai kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Penggunaan gadget pada anak usia dini menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya anak akan memahami tentang teknologi, sedangakan dampak negatifnya bisa merusak mata anak jika penggunaannya berlebihan, menjadikan anak kurang berinteraksi antar teman seusianya, tumbuh kembang lambat dan sebagainya. Perilaku anak yang sudah kecanduan menggunakan gadget haruslah menjadi perhatian oleh orang tua. Orang tua adalah orang yang terdekat dengan anak, maka orang tua harus membimbing dan mengontrol anak dengan baik terutama pada pemanfaatan teknologi.
Daftar Pustaka
Rahayu, N. S., Elan, E., & Mulyadi, S. (2021). Analisis Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Jurnal PAUD Agapedia, 5(2), 202-210.
Midayana, Darmawani, E., & Andriani, D. (2019). Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus di Tk Elekrina Kertapati Palembang). PERNIK Jurnal PAUD, 2(1), 78-93.
Hidayat, O.S. (2020). Pendidikan Karakter Anak Sesuai Pembelajaran Abad ke-21. Jakarta: Edura-UNJ.
Komentar
Posting Komentar